:)

:)
WELCOME TO MY BLOG :) HAPPY READING :) I HOPE USEFUL FOR YOU !!! AND PLEASE LEAVE A COMMENT :)

Sabtu, 05 November 2011

Change in Supply


Factors that Cause the Supply Curve to Shift :


ü  Prices of relevant resources (Harga sumber daya yang relavan / harga pokok produksi)

à Kenaikan harga faktor produksi seperti tingkat upah yang lebih tinggi dan harga bahan baku yang meningkat akan menyebabkan produsen memproduksi output-nya lebih sedikit dengan jumlah anggaran yang tetap dan dapat mengurangi laba produsen. Dan apabila tingkat laba suatu industri tidak menarik lagi, mereka akan pindah ke industri lain yang mengakibatkan berkurangnya penawaran barang.  


ü  Technology (Teknologi)

à Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi, efisiensi dan menciptakan barang-barang baru sehingga menyebabkan kenaikan dalam penawaran barang.  


ü  Number of sellers (Jumlah pedagang/penjual)

à Semakin banyak jumlah penjual suatu produk tertentu, maka penawaran barang tersebut akan bertambah. 


ü  Expectation of future prices (Perkiraan harga di masa depan)

à Dengan memperkirakan harga dimasa depan, produsen dapat memilih akan memproduksi berapa unit. Misal , jika harga permintaan dimasa depan akan naik dibandingkan harga saat ini, produsen dapat memproduksi lebih sedikit karena produsen lebih memilih memproduksi banyak saat harga permintaan dimasa depan meningkat.  
Atau apabila kondisi pendapatan masyarakat meningkat, biaya produksi berkurang dan tingkat harga barang dan jasa naik, maka produsen akan menambah jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Tetapi bila pendapatan masyarakat tetap, biaya produksi mengalami peningkatan, harga barang dan jasa naik, maka produsen cenderung mengurangi jumlah barang dan jasa yang ditawarkan atau beralih pada usaha lain.


ü  Taxes and subsidies

à Dengan adanya pajak, output produsen akan menurun. Sedangkan dengan adanya subsidi, output produsen akan bertambah. 


ü Government restrictions (Pembatasan oleh pemerintah / kebijakan pemerintah)

à Seperti pada kebijakan impor dan ekspor yang berfungsi untuk menekan melonjaknya penawaran dan tidak merugikan pasar nasional. 


Saya akan ambil contoh melalui baju , seperti kurva di bawah ini :



                                            
Kurva (a) menggambarkan dengan harga tetap sebesar 25, maka penawaran yang semula berada di titik A dengan nilai kuantitas 600, kemudian bergeser ke titik B dengan nilai kuantitas 900 pada harga yang sama. Jadi pada kurva a, kuantitas penawaran baju bertambah.

Kurva (b) menggambarkan dengan harga tetap sebesar 25, maka penawaran yang semula berada di titik A dengan nilai kuantitas 600, kemudian bergeser ke titik B dengan nilai kuantitas 300 pada harga yang sama. Jadi pada kurva b, kuantitas penawaran baju berkurang.

Seperti yang tampak pada bagan (a) dan (b) saya akan coba jelaskan dengan melihat kepada enam faktor diatas dengan menggunakan contoh baju :

1.       Prices of relevant resources (Harga sumber daya yang relavan / harga pokok produksi)
Untuk kurva (a) : -
Untuk kurva (b) : Dengan semakin tingginya sumber daya yang digunakan , maka produsen yang menjahit akan mengurangi kuantitas produksinya dari nilai 600 ke nilai 300 dengan harga yang tetap yaitu 25 agar semua penawaran yang ada dapat laku terjual. Hal ini terlihat dari pergeseran kurva supplay ke kiri.


2.       Technology (Teknologi)

Untuk kurva (a) : Dengan semakin majunya teknologi seperti penggunaan mesin jahit pada baju yang akan dijahit, hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi. Penggunaan teknologi internet juga dapat digunakan untuk mencari ide-ide baru dalam pembuatan baju. Hal-hal tersebut dapat membuat penawaran baju meningkat yang menyebabkan kurva supply, bergeser ke kanan.
Untuk kurva (b) : -


3.       Number of sellers (Jumlah pedagang/penjual)

Untuk kurva (a) : Contohnya dengan semakin banyak penjual baju yang ada, maka semakin banyak jumlah penawaran yang akan tercipta. Hal tersebut akan menggeser kurva supply ke arah kanan pada tingkat harga yang sama.
Untuk kurva (b) : -


4.       Expectation of future prices (Perkiraan harga di masa depan)

Untuk kurva (a) : Contohnya dimasa depan saat adanya world cup, produsen baju akan mengurangi produksi baju bolanya  dan akan menambah produksinya saat world cup akan diselenggarakan. Hal tersebut akan menggeser kurva supply ke arah kanan pada tingkat harga yang sama.

Untuk kurva (b) : Kebalikan dari kurva a, saat diperkirakan dimasa depan world cup akan berakhir diselenggarakan, produsen akan memproduksi baju lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Hal tersebut menggerser kurva supply kearah kiri pada tingkat harga yang sama.


5.       Taxes and subsidies

Untuk kurva (a) : Dengan adanya subsidi yang diberikan oleh pemerintah, maka produsen dapat membuat baju yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya tetapi dengan harga yang sama. Hal tersebut yang menyebabkan kurva supply bergeser ke arah kanan pada tingkat harga yang sama.


Untuk kurva (b) : Dengan adanya pajak yang dipungut oleh pemerintah, maka produsen mengurangi anggaran biaya produksi baju untuk membayar pajak sehingga jumlah produksi akan berkurang. Hal tersebut yang menyebabkan kurva supply bergeser ke arah kiri pada tingkat harga yang sama.


6.       Government restrictions (Pembatasan oleh pemerintah / kebijakan pemerintah)

Untuk kurva (a) : Jika dengan contoh impor, maka baju-baju dari luar negeri akan masuk ke dalam negeri yang menyebabkan barang tersebut di dalam negeri bertambah karena terdiri dari barang lokal dan impor. Dengan begitu , maka penawaran akan semakin bertambah dan akan menggeser kurva penawaran ke kanan pada harga yang tetap.

Untuk kurva (b) : Dengan contoh ekspor yang dilakukan dari dalam negara ke negara lain, sehingga jumlah penawaran atas baju dalam negara akan berkurang yang terlihat dari pergeseran kurva supplay ke kiri.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar