:)

:)
WELCOME TO MY BLOG :) HAPPY READING :) I HOPE USEFUL FOR YOU !!! AND PLEASE LEAVE A COMMENT :)

Jumat, 02 Maret 2012

(UAS) Ringkasan Jurnal 1 : Classical Ricardian Theory of Comparative Advantage Revisited



Nama              : Muthiya Gabriela Malawat (2421 0878)
                       : Melvina Permatasari (2421 0352)

Kelas               : SMAK – 04





Classical Ricardian Theory of Comparative Advantage Revisited


            Jurnal ini ditulis oleh Stephen S. Golub dan Chang-Tai Hsieh pada tahun 2000. Jurnal ini membahas Teori Klasik Ricardian mengenai keunggulan komparatif. Model Ricardian sering digunakan untuk menunjukan dasar dari perbandingan keuntungan. Meskipun hal itu penting, model ini telah sepenuhnya hampir diabaikan di literature profesional dalam beberapa dekade terakhir. Penekanan klasik pada perbedaan produktivitas dan biaya tenaga kerja telah digantikan oleh  fokus neoklasik pada faktor pendukung. Ketika mendiskusikan bukti empiris pada Model Ricardian, sebuah survey terbaru menyatakan “kita tidak megetahui setiap pengujian karya terbaru untuk memperkirakan penerapan model Ricardian”, mengabaikan model Ricardian akan mencerminkan beberapa batasan karena model ini terlihat begitu sederhana untuk sebuah bukti empiris. Kenyataannya memang benar bahwa model Ricardian mengabaikan faktor produksi selain tenaga kerja, dan memliki implikasi yang tidak realistis bahwa negara-negara mengkhususkan pada produksi barang yang dapat diperdagangkan.

            Menurut (teori klasik) Ricardian teori keunggulan komparatif, produktivitas tenaga kerja relatif menentukan pola pasar. Model Ricardian berperan penting terhadap  pendidikan ekonomi dunia, namun kurang mendapat perhatian sejak tahun 1960. Penelitian ini menaksir perlunya hubungan antara perkembangan jaman dari model Ricardian terhadap perdagangan di Amerika Serikat. Melintasi (negara) bagian nampaknya tidak berkaitan dengan kemunduran alur perdagangan sektoral pada produktivitas tenaga kerja yang relatif dan harga satuan tenaga kerja pada beberapa negara bagian di Amerika Serikat. Koefisien tersebut hampir selalu ditandai dengan benar dan secara statistik dianggap penting, meskipun banyak variasi perdagangan sektoral yang tersisa tidak dapat dijelaskan.

            Maka dapat disimpulkan penelitian ini memberikan dukungan kuat terhadap Model Ricardian, meskipun akan menimbulkan kesulitan dalam membuat persyaratan perbandingan produktivitas dan kompensasi tenaga kerja internasional. Dalam sebagian besar kasus produktivitas yang relatif dan kasus harga satuan tenaga kerja, hal itu dapat membantu untuk menjelaskan pola perdagangan bilateral Amerika Serikat terutama ketika sektor yang spesifik seperti paritas daya beli nilai tukar mata uang digunakan. Pada sebagian besar kasus hanya ada sebagian kecil dari variasi pola perdagangan yang dijelaskan dengan model tersebut. Walaupun bersifat sangat sederhana, Model Ricardian secara mengejutkan melakukan metodenya dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan dari beberapa negara, mereka menganggap model Ricardian menguntungkan. Untuk negara Jepang, Kanada, Italia, dan Australia sedikit lebih baik menggunakan metode produktivitas relatif. Sedangkan untuk negara Jerman, Korea, Perancis, dan Inggris lebih baik menggunakan metode harga satuan tenaga kerja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar