:)

:)
WELCOME TO MY BLOG :) HAPPY READING :) I HOPE USEFUL FOR YOU !!! AND PLEASE LEAVE A COMMENT :)

Kamis, 31 Maret 2011

Sektor Industri (Industrialisasi)


Pendahuluan

Usai Perang Dunia II, proses dikolonisasi berlangsung dibanyak belahan dunia. Negara – negara di Asia dan Afrika yang tadinya dijajah oleh berbagai bangsa dari Eropa berhasil memerdekakan diri secara politik dan militer.

Tetapi ada bekas yang masih tertinggal sampai kini dari keterjajahan bangsa-bangsa Asia dan Afrika itu. Yakni suatu kepercayaan bahwa model pembangunan yang sebaiknya mereka terapkan adalah industrialisasi yang konsepnya sudah diuji coba oleh para penjajah mereka dan terbukti berhasil menciptakan keunggulan bangsa-bangsa Eropa atas mereka.

Hasil dari industrialisasi adalah tumbuh suburnya perusahaan-perusahaan industri / pabrik-pabrik yang ada dimana-mana. Hal tersebut dapat dikatakan munculnya sektor industri.

            Sektor industri merupakan komponen utama dalam pembangunan ekonomi nasional. Sektor ini tidak saja berpotensi mampu memberikan kontribusi ekonomi yang besar melalui nilai tambah, lapangan kerja dan devisa, tetapi juga mampu memberikan kontribusi yang besar dalam transformasi structural bangsa kea rah modernisasi kehidupan masyarakat yang menunjang pembentukan daya saing nasional. Selama dua dasawarsa sebelum krisis ekonomi, peran sektor industry terhadap perekonomian nasional di Indonesia hamper mencapai 25%.




Pembahasan


Revolusi Industri di Eropa


Selama tahun 1700-an M dan awal 1800-an, terjadi perubahan-perubahan besar dalam kehidupan dan pekerjaan manusia dibanyak belahan dunia, yang diistilahkan sebagai Revolusi Industri. Revolusi Industri yang bermula di Inggris selama 1700-an dan mulai menyebar kebagian lain Eropa dan Amerika Utara pada awal 1800-an. Dan menjelang 1800-an, industrialisasi telah menyebar ke seantero Eropa Barat dan Timur Laut Amerika Serikat.

Revolusi Industri telah menciptakan pertambahan yang sanggat besar dalam produksi beragam jenis barang. Begitu revolusi industri tumbuh, para penanam modal swasta dan lembaga-lembaga keuangan dibutuhkan untuk menyediakan modal (uang) demi perluasan lebih lanjut industrialisasi.

Sebagian besar sejarawanpun sepakat bahwa revolusi industri tersebut adalah titik balik kehidupan dunia yang sangat penting. Ia telah mengubah dunia Barat dari masyarakat desa dan agraris menjadi masyarakat kota dan industri. Industrialisasi telah membawa banyak manfaat material, namun ia juga menciptakan masalah-masalah besar yang terus mengancam sampai kini. Sebagai contoh, kebanyakan negara industry menghadapi masalah pencemaran udara dan air.



Pengertian Industri dan Industrialisasi


Industri merupakan suatu kegiatan ekonomi yang mengolah barang mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi untuk dijadikan barang yang lebih tinggi kegunaannya. Sedangkan menurut Sukirno, industri adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan ekonomi yang tergolong dalam sektor sekunder. Kegiatan itu antara lain adalah pabrik tekstil, pabrik perakitan dan pabrik pembuatan rokok. Dari beberapa pengertian industri maka secara garis besar dapat disimpulkan bahwa industri adalah kumpulan dari beberapa perusahaan yang memproduksi barang-barang tertentu dan menempati areal tertentu dengan output produksi berupa barang atau jasa.

Industrialisasi adalah sistem produksi yang muncul dari pengembangan yang mantap, penelitian dan penggunaan pengetahuan ilmiah. Ia dilandasi oleh pembagian tenaga kerja dan spesialisasi, menggunakan alat-alat bantu mekanik, kimiawi, mesin, dan organisasi serta intelektual dalam produksi. Industrialisasi dalam arti sempit, menggambarkan penggunaan secara luas sumber-sumber tenaga non-hayati dalam rangka produksi barang atau jasa.

            Industrialisasi tidak hanya terdapat pada pabrik/manufaktur, tapi bisa juga meliputi pertanian karena pertanian tidak bisa lepas dari mekanisasi (pemakaian sumber tenaga non-hayati). Demikian pula halnya dengan transportasi dan komunikasi.


Klasifikasi Industri 

  1. Klasifikasi industri berdasarkan tenaga kerja :

a.       Industri rumah tangga, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang. Cirri industri ini memiliki modal yang sangat terbatas, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga, dan pemilik atau pengelola industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri atau anggota keluarganya. Misalnya : industri anyaman, industri kerajinan, industri makanan ringan dan industri tempe/tahu.

b.      Industri kecil, yaitu industri yang tenaga kerjanya berjumlah sekitar 5 – 19 orang. Ciri industri kecil adalah memiliki modal yang relative kecil, tenaga kerjanya berasal dari lingkungan sekitar atau masih ada hubungan saudara. Misalnya : industri genteng, industri pengelolahan rotan, dan industri batubata.

c.       Industri sedang, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja sekitar 20 – 99 orang. Ciri industri sedang adalah memiliki modal yang cukup besar, tenaga kerja memiliki keterampilan tertentu, dan pimpinan perusahaan memiliki kemampuan manajemen tertentu. Misalnya : industri konveksi, industri keramik, dan industri bordir.

d.      Industri besar, yaitu industri dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang. Ciri industri besar adalah memiliki modal besar yang dihimpun secara kolektif dalam bentuk pemilikan saham, tenaga kerja harus memiliki keterampilan khusus, dan pimpinan perusahaan dipilih melalui uji kemampuan dan kelayakan (fit and profer test). Misalnya : industri tekstil, industri besi baca, industri mobil, dan industri pesawat terbang.

2.      Klasifikasi industri berdasarkan lokasi usaha

a.       Industri berorientasi pada pasar (market oriented industry), yaitu industri yang didirikan mendekati daerah persebaran konsumen.

b.      Industri berorientasi pada tenaga kerja (employment oriented industry), yaitu industri yang didirikan mendekati daerah pemusatan penduduk, terutama yang memiliki banyak angkatan kerja tetapi kurang pendidikannya.

c.       Industri berorientasi pada pengolahan (supply oriented industry), yaitu industri yang didirikan dekat atau ditempat pengolahan. Contoh : industri semen di Paliman dekat dengan batu gamping.

d.      Industri berorientasi pada bahan baku, yaitu industri yang didirikan ditempat tersedianya bahan baku. Contoh : industri konveksi berdekatan dengan industri tekstil.

e.       Industri yang tidak terikat oleh persyaratan yang lain (footloose industry), yaitu industri yang didirikan tidak terikat oleh syarat-syarat diatas. Indusri ini dapat didirikan dimana saja, karena bahan baku, tenaga kerja, dan pasarnya sangat luas serta dapat ditemukan dimana saja. Contoh : industri elektronik dan industri transportasi.


3.      Klasifikasi industri berdasarkan proses produksi

a.       Industri hulu, yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan baku untuk kegiatan industri yang lain. Contoh : industri kayu lapis dan industri baja.

b.      Industri hilir, yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau dinikmati oleh konsumen. Contoh : industri mebel.

      4.      Klasifikasi industri berdasarkan Surat Keterangan Menteri Perindustrian
            Nomor 19/M/I/1986 dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan

a.       Industri Kimia Dasar (IKD), yaitu industri yang memerlukan modal yang besar, keahlian yang tinggi, dan menerapkan teknologi maju. Diantaranya :

1.      Industri kimia organik
2.      Industri kimia anorganik
3.      Industri argokimia
4.      Industri selulosa dan karet

b.      Industri Mesin Logam Dasar dan Elektronika (IMELDE), yaitu  industri yang mengolah bahan mentah logam menjadi mesin-mesin berat atau rekayasa mesin dan perakitan. Diantaranya :

1.      Industri mesin dan perakitan alat-alat pertanian
2.      Industri alat-alat berat/konstruksi
3.      Industri mesin perkakas
4.      Industri elektronika
5.      Industri mesin listrik
6.      Industri kereta api
7.      Industri kendaraan bermotor
8.      Industri pesawat
9.      Industri logam dan produk dasar
10.  Industri perkapalan
11.  Industri mesin dan peralatan pabrik

c.       Aneka industri (AI). yaitu industri yang tujuannya menghasilkan bermacam-macam barang kebutuhan hidup sehari-hari. Diantaranya :

1.      Industri tekstil
2.      Industri alat listrik dan logam
3.      Industri kimia
4.      Industri pangan
5.      Industri bahan bangunan dan umum

d.      Industri Kecil (IK), yaitu industri yang bergerak dengan jumlah pekerja sedikit, dan teknologi sederhana dan biasanya dinamakan industri rumah tangga. Contoh : industri kerajinan dan  industri alat-alat rumah tangga.

e.       Industri Pariwisata, yaitu industri yang menghasilkan nilai ekonomis dari kegiatan pariwisata. Diantaranya :

1.      Wisata seni dan budaya, seperti pertunjukan seni dan budaya
2.      Wisata pendidikan, seperti museum geologi
3.      Wisata alam, seperti pegunungan
4.      Wisata kota, seperti tempat hiburan


Peranan sektor industri dalam pembangunan ekonomi

Industrialisasi sebenarnya merupakan satu jalur kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam arti tingkat yang lebih maju maupun taraf hidup yang lebih bermutu. Dengan kata lain, Pembangunan industri merupakan suatu fungsi dari tujuan pokok kesejahteraan rakyat, bukan merupakan kegiatan yang mandiri untuk hanya sekedar mencapai fisik saja.

Industrialisasi juga tidak terlepas dari usaha untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dan kemampuannya memanfaatkan secara optimal sumber daya alam dan sumber daya lainnya.  Hal ini berarti pula sebagai suatu usaha untuk meningkatkan produktivitas tenaga manusia disertai usaha untuk meluaskan ruang lingkup kegiatan manusia.

Banyak pendapat muncul bahwa industri itu mempunyai peranan penting sebagai sektor pemimpin (leading sector). Sektor pemimpin ini maksudnya adalah dengan adanya pembangunan industri maka akan memacu dan mengangkat pembangunan sektor-sektor lainnya seperti sektor pertanian dan sektor jasa.

Seperti diungkapkan sebelumnya, berarti keadaan menyebabkan meluasnya peluang kerja yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan permintaan masyarakat (daya beli) tersebut menunjukan bahwa perekonomian itu tumbuh pesat.


Kesimpulan


Setelah melihat industri dari berbagai perspektif, maka dapat disimpulkan peranan yang diharapkan dari industri terhadap pembangunan. Pertama, industrialisasi bukanlah suatu “obat yang paling mujarab” untuk mengobati keterbelakangan. Tidak ada satupun faktor produksi, atau kebijaksanaan, atau sektor, yang bisa menyelesaikan secara sendiri-sendiri proses pembangunan. Demikian pula halnya dengan industri. Tetapi sektor industri mempunyai 2 pengaruh yang penting dalan setiap program pembangunan. Pertama, produktivitas yang lebih besar dalam industri merupakan kunci untuk meningkatkan pendapatan perkapita. Kedua, industri pengolahan memberikan kemungkinan-kemungkinan yang lebih besar bagi Industri Subsitusi Impor (ISI) yang efisien dan meningkatkan ekspor daripada industri primer.



Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar