:)

:)
WELCOME TO MY BLOG :) HAPPY READING :) I HOPE USEFUL FOR YOU !!! AND PLEASE LEAVE A COMMENT :)

Sabtu, 05 November 2011

Change in Supply


Factors that Cause the Supply Curve to Shift :


ü  Prices of relevant resources (Harga sumber daya yang relavan / harga pokok produksi)

à Kenaikan harga faktor produksi seperti tingkat upah yang lebih tinggi dan harga bahan baku yang meningkat akan menyebabkan produsen memproduksi output-nya lebih sedikit dengan jumlah anggaran yang tetap dan dapat mengurangi laba produsen. Dan apabila tingkat laba suatu industri tidak menarik lagi, mereka akan pindah ke industri lain yang mengakibatkan berkurangnya penawaran barang.  


ü  Technology (Teknologi)

à Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi, efisiensi dan menciptakan barang-barang baru sehingga menyebabkan kenaikan dalam penawaran barang.  


ü  Number of sellers (Jumlah pedagang/penjual)

à Semakin banyak jumlah penjual suatu produk tertentu, maka penawaran barang tersebut akan bertambah. 


ü  Expectation of future prices (Perkiraan harga di masa depan)

à Dengan memperkirakan harga dimasa depan, produsen dapat memilih akan memproduksi berapa unit. Misal , jika harga permintaan dimasa depan akan naik dibandingkan harga saat ini, produsen dapat memproduksi lebih sedikit karena produsen lebih memilih memproduksi banyak saat harga permintaan dimasa depan meningkat.  
Atau apabila kondisi pendapatan masyarakat meningkat, biaya produksi berkurang dan tingkat harga barang dan jasa naik, maka produsen akan menambah jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Tetapi bila pendapatan masyarakat tetap, biaya produksi mengalami peningkatan, harga barang dan jasa naik, maka produsen cenderung mengurangi jumlah barang dan jasa yang ditawarkan atau beralih pada usaha lain.


ü  Taxes and subsidies

à Dengan adanya pajak, output produsen akan menurun. Sedangkan dengan adanya subsidi, output produsen akan bertambah. 


ü Government restrictions (Pembatasan oleh pemerintah / kebijakan pemerintah)

à Seperti pada kebijakan impor dan ekspor yang berfungsi untuk menekan melonjaknya penawaran dan tidak merugikan pasar nasional. 


Saya akan ambil contoh melalui baju , seperti kurva di bawah ini :



                                            
Kurva (a) menggambarkan dengan harga tetap sebesar 25, maka penawaran yang semula berada di titik A dengan nilai kuantitas 600, kemudian bergeser ke titik B dengan nilai kuantitas 900 pada harga yang sama. Jadi pada kurva a, kuantitas penawaran baju bertambah.

Kurva (b) menggambarkan dengan harga tetap sebesar 25, maka penawaran yang semula berada di titik A dengan nilai kuantitas 600, kemudian bergeser ke titik B dengan nilai kuantitas 300 pada harga yang sama. Jadi pada kurva b, kuantitas penawaran baju berkurang.

Seperti yang tampak pada bagan (a) dan (b) saya akan coba jelaskan dengan melihat kepada enam faktor diatas dengan menggunakan contoh baju :

1.       Prices of relevant resources (Harga sumber daya yang relavan / harga pokok produksi)
Untuk kurva (a) : -
Untuk kurva (b) : Dengan semakin tingginya sumber daya yang digunakan , maka produsen yang menjahit akan mengurangi kuantitas produksinya dari nilai 600 ke nilai 300 dengan harga yang tetap yaitu 25 agar semua penawaran yang ada dapat laku terjual. Hal ini terlihat dari pergeseran kurva supplay ke kiri.


2.       Technology (Teknologi)

Untuk kurva (a) : Dengan semakin majunya teknologi seperti penggunaan mesin jahit pada baju yang akan dijahit, hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi. Penggunaan teknologi internet juga dapat digunakan untuk mencari ide-ide baru dalam pembuatan baju. Hal-hal tersebut dapat membuat penawaran baju meningkat yang menyebabkan kurva supply, bergeser ke kanan.
Untuk kurva (b) : -


3.       Number of sellers (Jumlah pedagang/penjual)

Untuk kurva (a) : Contohnya dengan semakin banyak penjual baju yang ada, maka semakin banyak jumlah penawaran yang akan tercipta. Hal tersebut akan menggeser kurva supply ke arah kanan pada tingkat harga yang sama.
Untuk kurva (b) : -


4.       Expectation of future prices (Perkiraan harga di masa depan)

Untuk kurva (a) : Contohnya dimasa depan saat adanya world cup, produsen baju akan mengurangi produksi baju bolanya  dan akan menambah produksinya saat world cup akan diselenggarakan. Hal tersebut akan menggeser kurva supply ke arah kanan pada tingkat harga yang sama.

Untuk kurva (b) : Kebalikan dari kurva a, saat diperkirakan dimasa depan world cup akan berakhir diselenggarakan, produsen akan memproduksi baju lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Hal tersebut menggerser kurva supply kearah kiri pada tingkat harga yang sama.


5.       Taxes and subsidies

Untuk kurva (a) : Dengan adanya subsidi yang diberikan oleh pemerintah, maka produsen dapat membuat baju yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya tetapi dengan harga yang sama. Hal tersebut yang menyebabkan kurva supply bergeser ke arah kanan pada tingkat harga yang sama.


Untuk kurva (b) : Dengan adanya pajak yang dipungut oleh pemerintah, maka produsen mengurangi anggaran biaya produksi baju untuk membayar pajak sehingga jumlah produksi akan berkurang. Hal tersebut yang menyebabkan kurva supply bergeser ke arah kiri pada tingkat harga yang sama.


6.       Government restrictions (Pembatasan oleh pemerintah / kebijakan pemerintah)

Untuk kurva (a) : Jika dengan contoh impor, maka baju-baju dari luar negeri akan masuk ke dalam negeri yang menyebabkan barang tersebut di dalam negeri bertambah karena terdiri dari barang lokal dan impor. Dengan begitu , maka penawaran akan semakin bertambah dan akan menggeser kurva penawaran ke kanan pada harga yang tetap.

Untuk kurva (b) : Dengan contoh ekspor yang dilakukan dari dalam negara ke negara lain, sehingga jumlah penawaran atas baju dalam negara akan berkurang yang terlihat dari pergeseran kurva supplay ke kiri.



Floor Price dan Ceiling Price





Suatu kebijakan pemerintah dalam perekonomian untuk mempengaruhi bekerjanya mekanisme pasar, yang bertujuan mengendalikan keseimbangan (ekuilibrium) pasar

1.       Mengapa Kebijakan Floor Price menyebabkan terjadinya penawaran yang berlebih (surplus supply) ???

Floor price / Harga dasar adalah harga eceran terendah yang ditetapkan oleh pemerintah terhadap suatu barang, yang disebabkan oleh melimpahnya penawaran barang tersebut di pasar. Letak batas floor price ada diatas titik harga pasar (ekuilibirium). Kebijakan harga terendah (floor price), efektif melindungi produsen dari penurunan harga barang sampai tak terhingga sehingga produsen akan menjual barangnya lebih banyak, sedangkan tingkat permintaan oleh konsumen akan menurun karena faktor daya belinya berkurang. Kelebihan penawaran yang terjadi di pasar dapat dibeli oleh pemerintah dengan kualitas yang sudah teruji atau dengan membuat kebijakan yang mempermudah barang tersebut untuk diekspor setelah memenuhi kebutuhan dalam negeri.


2.       Mengapa Kebijakan Ceiling Price menyebabkan terjadinya kekurangan (shortage) ???

Ceiling price / Harga tertinggi adalah harga maksimum yang ditetapkan berkenaan dengan menurunnya penawaran barang di pasar. Pemerintah menerapkan kebijakan ini untuk menetapkan harga jual yang lebih rendah dibandingkan dengan harga pasar (ekuilibirium) yang mengakibatkan kelebihan permintaan (surplus demand).Posisi ceiling price ada dibawah titik keseimbangan pasar (ekuilibirium). Kebijakan harga tertinggi (ceiling price), digunakan untuk melindungi konsumen dari gejolak kenaikan harga tak terhingga. Dampak dari kebijakan ini yaitu pemerintah harus menyediakan barang lebih banyak sesuai dengan jumlah permintaan yang ada di masyarakat karena terdapat kesenjangan antara penawaran dengan permintaan (shortage) dengan cara penambahan barang yang dilakukan dengan memberikan subsidi, impor barang, mengurangi pajak, dll.





Sabtu, 22 Oktober 2011

Sirklus Aliran Pendapatan





Keterangan :
* W = Wages / Gaji dan Upah
* C = Consumsi / Konsumsi
* Tx = Tax / Pajak
* r  = Bunga
* s  = Subsidi
* I  = Investasi
* Policy = Kebijakan

Siklus Aliran Pendapatan (circular flow) à  model yang menggambarkan bagaimana interaksi antarpara pelaku ekonomi yang menghasilkan pendapatan untuk digunakan sebagai pengeluaran untuk memaksimalkan nilai kegunaan  masing-masing pelaku ekonomi.


Masyarakat  Surplus (+) à Produsen

Sirklus aliran surplus di sektor masyarakat (rumah tangga) berpengaruh ke sektor produsen, sektor pemerintah, dan sektor bank. Yang pertama akan saya bahas adalah hubungan antara sektor masyarakat (rumah tangga) surplus dengan produsen. Hubungan sektor masyarakat surplus dengan produsen menggambarkan sektor masyarakat yang memiliki faktor-faktor produksi barang dan jasa privat (sektor swasta) maupun barang dan jasa publik (sektor pemerintah). Faktor-faktor produksi tersebut adalah kesediaan untuk bekerja (tenaga kerja) , barang modal (contohnya tanah), uang dan kesediaan untuk menanggung resiko yang dihadapi oleh perusahaan dengan membeli saham. Dengan adanya faktor produksi barang dan jasa yang dimiliki oleh sektor masyarakat (rumah tangga) , maka masyarakat bekerja untuk sektor produsen dan masyarakat memperoleh penghasilan / gaji, upah , bunga, deviden, dan sewa dari produsen yang akan digunakan untuk mengkonsumsi barang dan menikmati jasa yang dibeli dari produsen.


Masyarakat  Surplus (+) à Pemerintah

Yang kedua adalah hubungan antara sektor masyarakat surplus dengan pemerintah. Hubungan tersebut menggambarkan sektor masyarakat membayar pajak dari penghasilan / pendapatan yang diterima di sektor produsen. Pajak yang dibayar ke pemerintah akan mengurangi pendapatan total di sektor masyarakat. Pendapatan dikurangi pajak merupakan pendapatan yang dapat dibelanjakan (disposible income). Pendapatan inilah yang digunakan untuk konsumsi barang dan jasa yang diproduksi sektor produsen. Dengan adanya pajak, maka pengeluaran masyarakat untuk konsumsi dan menabung akan berkurang. Dan sebaliknya, yang diberikan pemerintah terhadap masyarakat kurang mampu dan pengangguran adalah berupa subsidi, yang pada akhirnya akan menambah tingkat konsumsi masyarakat.


Masyarakat  Surplus (+) à Bank

Yang ketiga adalah hubungan antara sektor masyarakat suplus dengan sektor lembaga bank. Hubungan tersebut menggambarkan masyarakat surplus akan mensisihkan sebagian dari pendapatan totalnya atau pendapatan disposiblenya untuk digunakan menabung. Tabungan tersebut akan disimpan pada lembaga bank dalam posisi kredit pada bank. Dan bank akan memberikan balas jasa berupa bunga pada masyarakat atas kesediaannya menabung di bank yang sebelumnya dianggap sebagai hutang pada masyarakat.


Masyarakat  Defisit (-) à Produsen

Selanjutnya saya akan membahas mengenai sirklus aliran defisit di sektor masyarakat ke sektor produsen, sektor pemerintah, dan sektor bank. Yang pertama akan saya bahas adalah hubungan antara sektor masyarakat (rumah tangga) defisit dengan produsen. Hubungan antara sektor masyarakat (rumah tangga) defisit dengan produsen adalah investasi. Investasi dapat berupa pengeluaran dalam bentuk penanaman modal atau membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang dan jasa disektor produsen. Ada juga masyarakat yang sebagian pendapatan total atau pendapatan disposablenya tidak digunakan untuk menabung maka masyarakat lebih memilih untuk melakukan investasi ke produsen di pasar modal dalam bentuk saham dan obligasi. Saham adalah surat berharga yang dapat dibeli atau dijual oleh perorangan atau lembaga di pasar tempat surat tersebut diperjualbelikan sedangkan obligasi adalah suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Keuntungan yang diperoleh produsen dapat digunakan untuk saham dan obligasi di pasar modal dan juga dapat langsung dibagi berupa deviden , yang selebihnya menjadi laba ditahan. Saham dapat dilihat dengan cara melihat capital gain dan capital loss. Capital gain adalah suatu keuntungan atau laba yang diperoleh dari investasi dimana nilainya melebihi harga pembelian, dan sebaliknya dengan capital loss.


Masyarakat  Defisit (-) à Pemerintah

Yang kedua adalah hubungan antara sektor masyarakat defisit dengan sektor pemerintah. Hubungan tersebut menggambarkan kebijakan pemerintah terhadap situasi dan kondisi yang ada di masyarakat. Ada dua kebijakan, yang pertama kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengelola atau mengarahkan perekonomian kearah yang lebih baik dan diinginkan dengan cara mengubah-ubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Dampak kebijakan fiskal terhadap sektor masyarakat adalah mengurangi konsumsi, tabungan rumah tangga dan masalah pengangguran dapat diperkecil. Sedangkan kebijakan moneter adalah upaya pemerintah mengendalikan atau mengarahkan perekonomian kearah kondisi yang lebih baik dan yang diinginkan dengan cara mengatur jumlah uang yang beredar.


Masyarakat  Defisit (-) à Bank

Yang ketiga adalah hubungan antara sektor masyarakat defisit dengan sektor bank. Hubungan tersebut menggambarkan masyarakat melakukan pinjaman untuk penambahan modal atau untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara kredit ke bank.


Pemerintah à Produsen    dan     Pemerintah à Bank

Kemudian yang akan saya bahas adalah aliran antara sektor pemerintah ke sektor produsen adalah dalam bentuk subsidi yang melalui kebijakan Riil. Dengan menaikan suku bunga tabungan maka suku bunga pinjaman akan turun dan arus investasipun akan turun. Dan juga Aliran pemerintah ke produsen ini menggambarkan nilai pengeluaran pemerintah atas barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan. Sedangkan aliran sektor pemerintah ke bank adalah dalam bentuk kebijakan moneter dengan mengatur jumlah uang yang beredar seperti dengan menurunkan tingkat bunga pinjaman yang mengakibatkan tingkat kreditor naik, dan tingkat suku bunga tabungan turun. Karena suku bunga pinjaman berbanding terbalik dengan suku bunga tabungan. Pengelolaan yang benar adalah suku bunga pinjaman harus lebih besar dari pada suku bunga tabungan.


GLOBALISASI

Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara

Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi:
§  Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
§  Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi.
§  Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia.
§  Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
§  Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara


 Ciri globalisasi
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia :
§  Perubahan dalam Konstantin ruang dan waktu. 
§  Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung 
§ Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional).
§ Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.

Globalisasi terjadi melalui berbagai saluran, di antaranya:
a. lembaga 
pendidikan dan ilmu pengetahuan;
b. lembaga keagamaan;
c. indutri internasional dan lembaga perdagangan;
d. wisata mancanegara;
e. saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional;
f. lembaga internasional yang mengatur peraturan internasional; dan
g. lembaga kenegaraan seperti hubungan diplomatik dan konsuler.

Sejarah globalisasi
Banyak sejarawan yang menyebut globalisasi sebagai fenomena di abad ke-20 ini yang dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. Padahal interaksi dan globalisasi dalam hubungan antar bangsa di dunia telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Bila ditelusuri, benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan antar negeri sekitar tahun 1000 dan 1500 M. Saat itu, para pedagang dari Tiongkok dan India mulai menelusuri negeri lain baik melalui jalan darat (seperti misalnya jalur sutera) maupun jalan laut untuk berdagang. Fenomena berkembangnya perusahaan McDonald di seluroh pelosok dunia menunjukkan telah terjadinya globalisasi.
Fase selanjutnya ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan yang antara lain meliputi Jepang, Tiongkok, Vietnam, Indonesia, Malaka, India, Persia, pantai Afrika Timur, Laut Tengah, Venesia, dan Genoa. Di samping membentuk jaringan dagang, kaum pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai agamanya, nama-nama, abjad, arsitek, nilai sosial dan budaya Arab ke warga dunia. Dan perdagangan yang dilakukan negara-negara satelahnya.

Reaksi masyarakat

 

Gerakan pro-globalisasi

Pendukung globalisasi (sering juga disebut dengan pro-globalisasi) menganggap bahwa globalisasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat dunia. Mereka berpijak pada teori keunggulan komparatif yang dicetuskan oleh David Ricardo. Teori ini menyatakan bahwa suatu negara dengan negara lain saling bergantung dan dapat saling menguntungkan satu sama lainnya, dan salah satu bentuknya adalah ketergantungan dalam bidang ekonomi. Kedua negara dapat melakukan transaksi pertukaran sesuai dengan keunggulan komparatif yang dimilikinya. Misalnya, Jepang memiliki keunggulan komparatif pada produk kamera digital (mampu mencetak lebih efesien dan bermutu tinggi) sementara Indonesia memiliki keunggulan komparatif pada produk kainnya. Dengan teori ini, Jepang dianjurkan untuk menghentikan produksi kainnya dan mengalihkan faktor-faktor produksinya untuk memaksimalkan produksi kamera digital, lalu menutupi kekurangan penawaran kain dengan membelinya dari Indonesia, begitu juga sebaliknya.

Salah satu penghambat utama terjadinya kerjasama diatas adalah adanya larangan-larangan dan kebijakan proteksi dari pemerintah suatu negara. Di satu sisi, kebijakan ini dapat melindungi produksi dalam negeri, namun di sisi lain, hal ini akan meningkatkan biaya produksi barang impor sehingga sulit menembus pasar negara yang dituju. Para pro-globalisme tidak setuju akan adanya proteksi dan larangan tersebut, mereka menginginkan dilakukannya kebijakan perdagangan bebas sehingga harga barang-barang dapat ditekan, akibatnya permintaan akan meningkat. Karena permintaan meningkat, kemakmuran akan meningkat dan begitu seterusnya.

Gerakan antiglobalisasi (contra globalisasi)


Antiglobalisasi adalah suatu istilah yang umum digunakan untuk memaparkan sikap politis orang-orang dan kelompok yang menentang perjanjian dagang global dan lembaga-lembaga yang mengatur perdagangan antar negara seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
"Antiglobalisasi" dianggap oleh sebagian orang sebagai gerakan sosial, sementara yang lainnya menganggapnya sebagai istilah umum yang mencakup sejumlah gerakan sosial yang berbeda-beda. Apapun juga maksudnya, para peserta dipersatukan dalam perlawanan terhadap ekonomi dan sistem perdagangan global saat ini, yang menurut mereka mengikis lingkungan hidup, hak-hak buruh, kedaulatan nasional, dunia ketiga, dan banyak lagi penyebab-penyebab lainnya.
Namun, orang-orang yang dicap "antiglobalisasi" sering menolak istilah itu, dan mereka lebih suka menyebut diri mereka sebagai Gerakan Keadilan Global, Gerakan dari Semua Gerakan atau sejumlah istilah lainnya.

Dampak globalisasi secara menyeluruh
Dampak positif globalisasi antara lain:
§  Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
§  Mudah melakukan komunikasi
§  Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi)
§  Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran
§  Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
§  Mudah memenuhi kebutuhan

Dampak negatif globalisasi antara lain:
§  Informasi yang tidak tersaring
§  Perilaku konsumtif
§  Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
§  Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
§  Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat

Globalisasi Ekonomi

Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.
Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.

Menurut Tanri Abeng, perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:
§  Globalisasi produksi 
§  Globalisasi pembiayaan 
§  Globalisasi tenaga kerja 
§  Globalisasi jaringan informasi 
§  Globalisasi Perdagangan 

Kebaikan globalisasi ekonomi

§  Produksi global dapat ditingkatkan
§  Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
§  Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
§  Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
§  Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi

 

 

Keburukan globalisasi ekonomi

§  Menghambat pertumbuhan sektor industri
§  Memperburuk neraca pembayaran
§  Sektor keuangan semakin tidak stabil
§  Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang


Contoh Daya Saing dari Beberapa Produk Utama Nasional

             Perubahan faktor-faktor penentu  daya saing membuat produk-produk ekspor tradisional Indonesia semakin terancam di pasar regional maupun global. Ancaman ini semakin nyata dengan munculnya negara-negara 7pesaing baru yang memiliki baik faktor-faktor keunggulan komparatif maupun faktor-faktor keunggulan kompetitif seperti Cina dan Vietnam di pasar Asia dan negara-negara Eropa Timur di pasar Uni Eropa (UE).

Di pasar Asia, dalam 5 tahun belakang ini barang-barang buatan Cina mulai dari tekstil dan produk-produknya sampai dengan motor semakin membanjiri pasar di negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Demikian juga, Vietnam sudah mulai menandingi Indonesia dalam ekspor beberapa komoditas traditional seperti kopi dan tekstil. Di pasar UE, peluang pasar ekspor Indonesia di wilayah tersebut terancam oleh 8 negara Eropa Timur yang akan menjadi anggota UE pada awal Mei 2004.

Kedelapan negara tersebut lebih mampu menembus pasar UE karena mendapat fasilitas pembebasan bea masuk (BM). Sementara itu, barang-barang ekspor Indonesia masih dikenai BM dan hambatan-hambatan non-tarif (NTB) lainnya, seperti dari segi kesehatan dan lingkungan hidup. Selain itu, setidaknya ada 10 produk ekspor Indonesia yang dikenai tuduhan dumping oleh UE. Misalnya, bahan baku produk tekstil (polyester staple fibre), bahan pemanis (sodium cyclamate), dan ring penjilid (ring binders). Selain itu, jarak yang lebih dekat sehingga biaya transportasi dan harga produk dari para pesaing tersebut lebih murah. Proses penyerahan barang pun singkat. Pendek kata, karena jarak yang lebih dekat membuat para pesaing dari Eropa Timur itu lebih efisien dalam memasuki pasar UE.


Contoh Globalisasi di Indonesia

Globalisasi di Indonesia salah satunya adanya PT Freeport McMoran Indonesia (Freeport) yang melakukan aktivitas penambangan di Papua yang dimulai sejak tahun 1967 atau selama 42 tahun. Keuntungan dari kegiatan penambangan mineral Freeport telah menghasilkan keuntungan luar biasa terhadap perusahaan asing tersebut,  tetapi hal tersebut tidak turut dinikmati oleh bangsa Indoneisa terutama rakyat papua. Hasil tambang Freeport berupa tambang emas, perak, dan tembaga terbesar di dunia. Fasilitas dan tunjangan tersebut serta keuntungan yang dinikmati para petinggi Freeport besarnya 1 juta kali lipat pendapatan tahunan penduduk Timika, Papua yang hanya sekitar $132/tahun. Keuntungan yang diperoleh Freeport tidak melahirkan kesejahteraan bagi Indonesia terutama warga sekitar. Ini merupakan bukti akibat buruk dari globalisasi jika tidak dikelola dan diawasi dengan baik.

Sumber :


Kelangkaan dan Hal yang perlu diakomodir dalam ekonomi


1.       Mengapa ada barang yang langka dan tidak langka ?

Masalah pokok ekonomi yang sebenarnya adalah kelangkaan. Kelangkaan itu disebabkan karena sumber daya yang ada terbatas yang diikuti oleh sifat manusia yang tidak pernah puas akan apa yang dia dapatkan. Kelangkaan dapat terjadi karena tidak tersedianya atau berkurangnya barang atau jasa yang dibutuhkan manusia.

Penyebab lain barang atau jasa menjadi langka karena dua hal, yaitu :

* Penyebab alami à kelangkaan barang yang disebabkan oleh faktor alamiah. Contohnya : bencana alam , brang hilang atau rusak sehingga menyebabkan ketersediaan barang berkurang.

* penyebab tidak alami  à terjadi karena perilaku manusia. Hal ini dapat merugikan orang lain dan menjadi penyebab utama kelangkaan. Contohnya : penebangan pohon-pohon hingga tersisa sedikit yang ada di hutan Kalimantan yang terjadi karena keserakahan dan ketakutan akan kelangkaan.

Dalam memperoleh barang atau jasa yang dikategorikan langka, dibutuhkan pengorbanan untuk memperolehnya. Lain halnya dengan barang atau jasa tidak langka. Barang atau jasa dapat dikatakan tidak langka karena tidak dibutuhkan pengorbanan untuk mendapatkannya.

Contohnya saja udara. Udara dapat dikatakan tidak langka karena tidak membutuhkan pengorbanan untuk mendapatkannya. Dimanapun kita bisa mendapatkan udara dengan cara menghirupnya. Adanya udarapun harus diikuti oleh adanya pepohonon, untuk mesirkulasikan udara yang kita butuhkan. Udara menjadi tidak langka karena pemrosesan tidak dilakukan oleh manusia melainkan oleh alam dan tidak akan pernah habis walaupun selalu kita pakai secara terus-menerus.


2.       Apa yang diakomodir dalam ekonomi ?

Ekonomi menjelaskan tiga hal utama yang perlu dikelola , diantaranya sumber daya , kebutuhan, dan pengelolaan. Hal tersebut dikelola untuk memeuhi kebutuhan dan keinginan hingga mencapai kepuasan. Sumber daya adalah sesuatu dalam kehidupan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Sumber daya terdapat dua, sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM). SDA kita sangat terbatas, maka dari itu kita harus memanfaatkan sebaik-baiknya SDA yang kita punya hingga mencapai kepuasan dalam batas normal. Kita dapat melakukannya dengan cara memilah antara kebutuhan dengan keinginan. Kebutuhan itu adalah sesuatu yang harus dipenuhi dengan penuh pengorbanan, misalnya dalam hari ini anda membutuhkan tiga kali makan, kebutuhan tersebut harus anda penuhi bagaimanapun caranya untuk mencapai kepuasan. Sedangkan keinginan adalah sesuatu yang belum pasti akan kita dapatkan dan tidak harus kita penuhi karena hanya sebuah rasa ingin , misalnya bulan depan anda ingin menonton konser di luar negeri sementara dana yang anda miliki tidak mencukupi. Hal tersebut merupakan keinginan karena merupakan sesuatu yang tidak harus kita penuhi. Singkatnya, kebutuhan pasti merupakan keinginan, tetapi keinginan belum tentu termasuk kedalam kebutuhan. Dan yang terakhir adalah pengelolaan , pengelolaan dilakukan untuk mengkoordinir secara baik dan efisien antara sumber daya dengan kebutuhan. Maksutnya ialah, bagaimana caranya agar sumber daya yang terbatas dapat dikelola dengan sebaik-bainya dan efisien untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.


mata kuliah teori ekonomi 1 : Dr. Prihantoro